BISNIS DALAM ISLAM

BISNIS DALAM ISLAM



   
   Bisnis dalam makna umum adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh keuntungan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan cara mengelola sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien. Islam memandang bahwa seluruh aktivitas manusia termasuk dalam masalah bisnis memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah SWT serta bertujuan untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Inilah perbedaan mendasar dari bisnis Islam dengan bisnis pada umumnya, di mana dalam bisnis bukan hanya untuk mendapatkan keuntungannya, akan tetapi ada tujuan yang lebih mulia, yaitu mendapatkan ridha Allah SWT. Bisnis Islam berbeda dengan sistem bisnis lain, khususnya dalam bidang prinsip-prinsipnya. Salah satu dari prinsip yang tidak ada dalam sistem bisnis lainnya adalah adanya aturan haram (tidak boleh dilakukan) dan halal (boleh dilakukan) yang harus ditaati oleh para pelaku bisnis. Halal dan haram dalam Islam membawa konsekuensi kepada etika bisnis Islam yang didasarkan kepada nilai-nilai Islam. Di mana seseorang tidak boleh melakukan sesuatu yang telah diharamkan dalam Islam, semisal riba, maysir, gharar, dan akad-akad yang diharamkan lainnya

    Bisnis adalah aktivitas yang cakupannya amat luas meliputi aktivitas produksi, distribusi, perdagangan, jasa ataupun aktivitas yang berkaitan dengan suatu pekerjaan untuk memperoleh penghasilan. Walaupun cakupannya luas, tetapi tujuan hakikinya adalah pertukaran barang dan jasa, dan pertukaran itu dipermudah oleh medium penukar, yaitu uang. Hubungan antara bisnis dan uang tidak bisa dipisahkan karena aktivitas bisnis adalah menyediakan barang atau jasa dengan menggunakan perantara uang sebagai alat tukar. Bisnis merupakan suatu unsur penting dalam masyarakat. Hampir semua orang terlibat di dalamnya. Semua membeli barang atau jasa untuk bisa hidup atau setidak-tidaknya bisa hidup lebih nyaman. Bisnis pada dasarnya berperan sebagai jalan bagi manusia untuk saling memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa keinginan dan kebutuhan manusia tak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas, sementara dalam ekonomi Islam sebaliknya bahwa sejatinya sumber daya alam itu tidak terbatas, tetapi manusia memiliki kewajiban untuk mengelola dengan sebaik-baiknya. Berdasarkan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah segala usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, yaitu berupa aktivitas produksi, distribusi, konsumsi, dan perdagangan baik berupa barang maupun jasa.
  • Bisnis Islam adalah seluruh aktivitas bisnis yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Seluruh aktivitas tersebut didasarkan kepada nilai-nilai Islam dan aturan syariat yang terdapat di dalamnya aturan bisnis yang dibolehkan (halal) dan aturan bisnis yang tidak boleh dilakukan (haram).
  • Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada qimah madiyah. Masih ada tiga orientasi lainnya, yakni qimah insaniyah, qimah khuluqiyah, dan qimah ruhiyah. Qimah insaniyah berarti pengelola berusaha memberikan manfaat yang bersifat kemanusiaan melalui kesempatan kerja, bantuan sosial (sedekah), dan bantuan lainnya. Qimah khuluqiyah mengandung pengertian bahwa nilai-nilai akhlak mulia menjadi suatu kepastian yang harus muncul dalam setiap aktivitas bisnis sehingga tercipta hubungan persaudaraan yang Islami, bukan sekadar hubungan fungsional atau profesional. Sementara itu, qimah ruhiyah berarti aktivitas dijadikan sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
  • Bisnis dalam islam merupakan unit usaha dimana menjalankan usahanya berpatokan kepada prinsip-prinsip ayariah islam ,dengan mengacu kepada Al-Quran dan hadis. Bisnis dalam pandangan islam merupakan keharusan bagi manusia dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Islam tidak melarang manusia untuk melakukan bisnis, jauh dari pada itu islam memberikan rambu-rambu atau prinsip -prinsip dalam berbisnis.
  • Tujuan bisnis dalam Islam adalah mendapatkan ridha dari Allah SWT, memperoleh profit yang optimal, perusahaan dapat tumbuh dan berkembang dan mendapatkan keberkahan dalam bisnis.

sumber:



Komentar

  1. Apakah koperasi termasuk kedalam bisnis Islam? Dan apakah hukumnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. koperasi bisa termasuk ke dalam bisnis Islam jika koperasi tersebut koperasi syariah,dan hukum koperasi menurut sebagian ulama haram karena prinsip-prinsip keorganisasian dan pembagian keuntungan yang menyimpang dengan syariat Islam

      Hapus
  2. Dalam melakukan kegiatan bisnis tentu akan ada persaingan dengan kompetitor yang menjual/menawarkan produk yang sama. Terkadang dalam prosesnya terdapat unsur penipuan, seperti barang yang di iklan kan tidak sesuai dengan yang aslinya, kemudian melebih-lebihkan klaim suatu produk yang pada akhirnya tidak terbukti kebenaranya, dan masih banyak lagi hal serupa, menurut anda apakah itu termasuk bisnis yang sidah sesuai dengan kaidah-kaidah islam? Jika bukan tolong berikan contoh bisnis islam yang benar, jika tidak bagaimana cara mengatasi/menanggulangi hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut pendapat saya,itu tidak termasuk kedalam kategori bisnis dalam Islam, contoh bisnis Islam yang benar adalah bisnis busana muslim, kosmetik halal,dan bisnis kuliner intinya bisnis Islam itu bisnis yang mengandung unsur halal dan tidak mengandung hal yang haram,cara mengatasi orang" yang melakukan bisnis dengan penipuan adalah dengan kesadaran orang itu sendiri,dan orang yang paling utama adalah seseorang yang harus berbisnis juga harus mempunyai wawasan yang luas tentang bisnis yang halal itu sendiri dengan wawasan dan pengetahuan mereka akan sadar dan mengerti bagaimana cara berbisnis yang halal dan benar

      Hapus
  3. Terkadang dalam berbisinis terdapat persaingan yang tidak sesuai dengan syariat agama islam, contohnya misalkan memberikan guna-guna terhadap bisnis orang yang mungkin saja bisnis tersebut sama dengan bisnis orang yang memberikan guna-guna tersebut. Pertanyaan saya disini, bagaimana cara mengatasi hal tersebut menurut syariat islam?

    BalasHapus
  4. Bagaimana cara menerapkan etika bisnis dalam sebuah persaingan dan menerapkan prinsip prinsip etika bisnis dalam Islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus yakin bahwa Allah telah memberikan rezeki kepada manusia sesuai dengan porsinya masing-masing. Walaupun dagangannya sama, nggak mengapa karena rezeki nggak akan tertukar, bersainglah dengan sehat,penerapan prinsip-prinsip etika bisnis dalam Islam yaitu, kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab dan kebenaran.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Apakah berbisnis itu kita bnr2 hrs menjalankan kaidah2 yang baik menurut ajaran islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pentingnya melakukan bisnis sesuai anjuran Islam agar membuat seseorang tumbuh menjadi sosok yang lebih unggul. Selain itu, berbisnis mencerminkan kerja keras yang akan menambah pelajaran penting dalam hidup.

      Hapus
  8. Apakah dalam pelaksanaan bisnis berbasis syariah harus selalu berpatokan pada Al Qur an dan Hadis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Islam telah mengatur bahwa dalam menjalankan aktivitas bisnis harus berpatokan kepada prinsip-prinsip syariah Islam, dengan mengacu kepada Al-Qur'an dan hadis

      Hapus
  9. Saya ingon bertanya tentang judul anda "Bisnis dalam islam". Tolong jelaskan "menurut anda" secara sederhana, apa yang di maksud etika bisnis dalam islam?, dan berikan contohnya! Terima kasih 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut pendapat saya etika berbisnis dalam Islam adalah cara atau etika dalam berbisnis yang baik dan benar serta menaati peraturan yang ada di dalam Islam, contoh dengan berbisnis berdagang baju muslim

      Hapus
  10. Tolong jelaskan Apa sajakah karakteristik bisnis dalam Islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban:

      Karakteristik Bisnis Islam

      Pasti Memiliki prinsip, prinsip itu adalah aspek syariahnya yang kental. Maksudnya segala sesuatu yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan agama Islam antara lain:

      1. Pijakannya Nilai-Nilai Ruhiyah

      Nilai Ruhiyah adalah kesadaran manusia yang merupakan makhluk ciptaan allah yang harus selalu menjaga hubungan dengannya. Yang menjadi hubungannya adalah menjaga Ketaatannya sehingga dalam bisnis tetap berpijak pada hukum hukum dalam berdagang sebagai melaksanakan perintah dan larangan yang menjadi ketaatan sebagai pijakan.

      2. Halal dan Haram

      Halal dan haram ini selalu dan pasti terpisah artinya tidak boleh disatukan apalagi ketika berbisnis. Sehingga bisnis yang berlandaskan Islami ini tidak akan melakukan bisnis haram.

      3. Penerapan Bersifat Syar’i

      Penerapan bisnis pastinya selalu menjunjung tinggi syariah dan kaidah Islam, dan tentu bersifat syar’i. Jadi pelaku bisnis Islam penerapannya dalam praktek bisnisnya harus sesuai dengan teori bisnis islam yang dikemukakan. Sehingga tidak bersifat munafik dan hanya memikirkan dunia saja.

      4. Keseimbangan Dunia dan Akhirat

      Manusia akan selalu berharap mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Walaupun demikian manusia tidak diperbolehkan Tamak atau serakah, dan tetap mengamalkan penghasilan serta cara mendapatkannya harus dengan cara yang halal.

      5. Bisnis adalah Ibadah

      Umat Islam mempercayai kehidupan yang abadi pada kehidupan akhir nanti, maka jangan sampai sifat serakah menjadi penghalang kehidupan abadi dalam akhirat nanti.

      Hapus
  11. Tujuan berbisnis perdagangan di dalam islam itu seperti apa saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisnis dalam Islam bertujuan unutk mencapai empat hal utama yaitu antara lain (1) target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri, (2) pertumbuhan, (3) keberlangsungan, (4) keberkahan. : Target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri, artinya bahwa bisnis tidak hanya untuk mencari profit (qimah madiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya.

      Hapus
  12. Dalam setiap bisnis pastinya kan ada persaingan antar pebisnis,, bagaimana cara kita supaya tidak terjerumus dalam persaingan yang tidak sesuai dengan syariat islam?

    BalasHapus
  13. Berikan contoh cara kita berbisnis dalam Islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berikut cara berbisnis menurut ajaran Islam yang wajib dipraktekkan:

      1. Berdagang sebagai ibadah
      2. Memenuhi rukun jual beli
      3. Hanya dengan kesepakatan bersama
      4. Jujur dalam berat dan ukuran
      5. Jujurlah tentang barang yang ditawarkan
      6. Hindari sumpah berlebihan

      Hapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Menurut pendapat anda mengapa etika bisnis Islam sangat penting di zaman modern ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat penting karena di masa sekarang etika berbisnis islam sudah diacuhkan oleh para pembisnis di era modern ini,banyak jg pembisni" di era modern ini yang rela memakan uang riba dan tidak memikirkan hukum nya

      Hapus
  16. Jika anda menjadi seorang pebisnis yang sukses langkah apakah yang bisa anda terapkan dalam menjaga stabilitas jalannya usaha yang anda kelola sehingga bisa memperoleh profit yang optimal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan mempertahankan keaslian produk dan seandainya berbisnis makanan tidak mengubah" bahan" makanan tersebut dengan tetap mempertahankan keaslian pokok bahan tersebut, mengatur keuangan dengan baik dan jelas

      Hapus
  17. Menurut anda bagaimana cara bisnis tanpa _Riba_?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut pendapat saya cara berbisnis tanpa riba yaitu dengan memastikan bahwa orang tersebut telah mengetahui hukum" dlm berbisnis islam,menaati hukum" berbisnis dalam Islam dan tidak menggunakan cara yang haram sehingga dapat menimbulkan riba

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS ETS

Materi Tentang Pengembangan Sistem Evaluasi PAI